Berita Utama Kota Sukabumi

BPBD Melatih Pengelola Tempat Wisata Tentang Keselamatan Berwisata

BPBD Kota Sukabumi melatih para pengelola tempat wisata dengan materi seputar keamanan dan keselamatan berwisata.

HALO SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melatih para pengelola tempat wisata dengan materi seputar keamanan dan keselamatan berwisata. Pelatihan ini sebagai upaya Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwasata (Disporapar) Kota Sukabumi untuk membekali para peserta agar dapat menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung di tempat wisata.

Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnaen Barhami mengatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat keamanan dan keselamatan di destinasi wisata. Salah satunya masih minimnya kemampuan dan pengetahuan pengelola tempat wisata tentang hal tersebut. Faktor lainnya antara lain minimnya sarana prasarana infrastruktur mitigasi bencana.

“Pelatihan ini sangat relevan dengan tujuan untuk meminimalisir faktor-faktor yang berpotensi dapat menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan wisatawan,” kata Zulkarnaen, Jumat (25/6/2021).

Pembekalan yang diselenggarakan Disporapar itu, ujar dia, memberikan materi seputar pengenalan potensi bahaya di tempat usaha wisata. Ada juga materi tentang teknik mengenal tingkat bahaya yang sering terjadi dan mungkin terjadi sesuai karakter destinasi wisatanya,”

Selain itu para peserta dibekali materi seputar teknik dan praktik penyelamatan korban, teknik evakuasi korban bencana, serta penanganan terhadap insiden yang kerap terjadi di tempat wisata.

Saat ini, ujar dia, berwisata merupakan kegiatan pilihan utama warga sehingga kepastian keamanannya dari segala jenis bahaya harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaku usaha pariwisata.

“Keselamatan jiwa harus diutamakan demi terjaminnya kenyamanan pengunjung wisata sesuai prinsip Sapta Pesona. Karena itu pelatihan dan pembekalan bagi pengelola tempat wisata ini sangat penting dan relevan dengan kebutuhan saat ini,” tutur Zulkarnaen.

Ke depan secara bertahap diharapkan pelaku usaha pariwisata bisa menerapkan standar keselamatan yang baik dengan safe guard darurat yang kapabel dilengkapi jalur evakuasi, titik kumpul, rambu dan informasi bahaya serta sistem peringatan bahaya yang informatif.

Baca Juga :  Polisi Gelar Reka Adegan Perkara Penganiayaan Dua Wanita di Pantai Ujunggenteng

Berita terkait